Tampilkan postingan dengan label 2014. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 2014. Tampilkan semua postingan

Ebook I Know You oleh Psikologi ID dan Daud Antonius


Sinopsis:
Disadari atau tidak, kita sering sibuk untuk saling membaca pikiran satu sama lain. Apalagi sampai menerka maksud tindakan dari orang yang kita temui. Ya, itulah manusia. Sudah jadi hukum alamnya begitu. Tinggal yang perlu dipahami adalah ketika kita sudah mampu mengenal seseorang dari bahasa tubuhnya, bukan berarti kita bisa menilai ia dengan seenaknya. Apalagi sampai menghakiminya. Karena sebenarnya, kita bisa saja tahu perasaan dia saat berinteraksi, tapi tidak akan pernah tahu alasan dan perjalanan bagaimana ia bisa merasakan itu. Melihat sesuatu, bukan berarti juga kita dapat mengerti segala sesuatu.

Intinya, dengan mengerti orang lain, kita dapat berinteraksi dan bertindak secara bijak. Hal inilah yang sebenarnya perlu ditekankan saat kita mempelajari bahasa tubuh. Karena, bahasa tubuh adalah komunikasi dua arah dan bagaimana kita bisa mengenal orang lain dari perilaku yang disampaikannya melalui pesan-pesan visual. Satu hal yang paling penting, bagaimana kita bisa melakukan pengamatan terhadap diri sendiri dan mampu bertindak lebih bijak atas apa yang kita amati.

Terus, seberapa penting sih, mempelajari bahasa tubuh? Jawabannya, penting. Terutama, dalam bidang pekerjaan, menganalisa kinerja, mengetahui kesetiaan, dan mengetahui apakah seseorang yang kita ajak kerja sama, mampu atau tidak. Dalam hal khusus, memahami bahasa tubuh juga bermanfaat untuk memecahkan beberapa kasus-kasus forensik atau menemukan “rahasia” di balik pikiran orang lain, yakni melalui “kebocoran” yang tidak sengaja ditunjukkannya.

Buku ini memuat teori dan sampel perilaku yang bisa langsung kita praktikkan. Pastinya tidak asal teori dan praktik. Tapi, didasari ilmu psikologi, komunikasi, observasi, dan juga beberapa percobaan sederhana. Ketika kita sudah mampu membaca bahasa tubuh, kita akan memiliki kekuatan untuk menggali diri sendiri, orang lain, dan juga memperkuat interaksi kita dengan siapa pun yang akan kita temui nantinya. Entah itu, karyawan, rekan kerja, calon klien, calon istri, bahkan pacar.

Sebuah buku psikologi karya @daudantonius & Tim @PsikologID persembahan dari penerbit Loveable

Penulis: [at]PsikologID [at]daudantonius
Penerbit: Loveable
ISBN13: 9786020900063
Format: .pdf
Filesize: 10MB

Ebook Novel Ananta Prahadi oleh Risa Saraswati


REQUEST MELISA DWI W DARI GRUP INDOEBOOK99

Sinopsis:
Aku Tania, perempuan biasa... tapi mereka bilang aku ini Alien. Aku perempuan yang suka tertawa tapi mereka bilang aku Monster. Aku perempuan bahagia, namun memang seringnya kebahagianku membuat mereka semua menderita. Aku hanya ingin menjadi diriku sendiri, sesulit itukah mewujudkan keinginanku ini?

Nama saya Ananta Prahadi, panggil saja Anta. Hobi bersih-bersih rumah, makan Lontong Kari, dan sangat menjunjung tinggi pelestarian makhluk langka. Jangan heran, kalau saya suka berada disisi makhluk langka. Makhluk langka yang saya jaga sekarang merupakan species terakhir perempuan unik yang ada di dunia ini?

Saya Pierre, hmm... saya harus bilang apa?

Bercerita tentang seorang perempuan yang memiliki kepribadian bagaikan alien. Karena sikap idealisme dan keras kepalanya, cenderung membuat orang-orang disekitarnya menjauh, bahkan keluarganya sendiri. Perempuan bernama Tania ini tidak mempunyai teman selain Ananta Prahadi. Saat itu sejak kepindahan sekolahnya dari Subang ke Bandung, Ananta Prahadi yang biasa dipanggil anta, nekat berteman dengan Tania meskipun Tania selalu acuh tak acuh padanya.

Ananta Prahadi adalah novel pertama kak Risa Saraswati yang murni berasal dari imajinasinya. Memang berbeda dengan novel-novel sebelum Ananta Prahadi lahir. Novel sebelumnya banyak mengisahkan kisah mistis dan komunikasi kak Risa bersama sahabat-sabahat kecilnya serta makhluk kasat mata lainnya. Sederhananya, novel ini menceritakan persahabatan dan cinta.

Mungkin bagi para pembaca, genre semacam ini sudah banyak diangkat dalam sebuah novel. Tapi, yang membuat novel ini unik adalah karakter yang ada dalam novel sangat kuat.  Kak Risa mampu menggambarkan kuat karakter dari masing-masing tokoh dengan cukup baik. Itulah yang membuat novel Ananta Prahadi memiliki nilai lebih meskipun bergenre persahabatan dan cinta.

Adapun di dalam novel ini ada 3 tokoh utama yaitu Tania, Ananta, dan Pierre. Tania adalah perempuan egois, sensitif, angkuh, namun memiliki hati yang rapuh di dalamnya. Ia dianggap alien oleh orang sekitarnya, seperti perempuan alien yang gila. Tania pun tidak segan-segan bersikap kasar kepada orang yang tidak sejalan dengan dirinya termasuk menentang keluarganya sendiri. Sampai seuatu hari ia bertemu dengan seorang murid pindahan, Ananta Prahadi.

Ananta adalah pria polos, berlogat sunda kental, dan ceria yang akhirnya menjadi sahabat Tania selama 6 tahun.  Ananta adalah seorang yatim piatu, Tania pun memberikan izin tinggal di Paviliun sebelah rumah keluarga besar Tania. Jelas tidak ada yang bisa menentang keputusan Tania yang satu ini. Ananta berperan menjadi sahabat, sekaligus menjadi agen khusus untuk memasarkan karya lukisan-lukisan Tania. Ananta pun tidak keberatan ketika Tania berkata kasar dan julukan jelekan yang diberikan padanya. Ananta selalu menanggapinya dengan ceria.  Orang tua Tania pun heran mengapa seorang laki-laki seperti Ananta Prahadi bisa tahan dengan anak perempuannya.

Sebagai seorang agen penjual lukisan karya Tania, Ananta memperkenalkan seorang Pierre dalam kehidupan Tania. Pierre adalah seorang pria tampan berdarah Perancis yang menyukai karya seni dan menjadi kolektor seni, termasuk karya-karya lukisan Tania yang sebelumnya telah dilihat oleh Pierre. Tania jatuh cinta pada Pierre, walau pertemuan mereka sejak awal ada sedikit kesalahpahaman.  Tidak dapat dipungkiri dalam menjalin persahabatan bersama Ananta, sebenarnya hati Tania tidak bisa berbohong kalau ia juga mulai menyukai Ananta.

Bisa dibilang Tania mengalami kegalauan haha. Secara garis besar, konflik yang dihadapi oleh para tokoh utama ini adalah cinta segitiga. Tokoh antagonis dalam novel ini adalah karakter Tania yang memang cenderung sangat labil.

Penulis: Risa Saraswati
Penerbit: RakBuku
ISBN13: -
Format: .pdf
Filesize: 5MB

Ebook Novel Analogi Cinta Berdua oleh Oka Dara Prayoga


Sinopsis:
"Orang yang jatuh cinta itu keinginannya sederhana: berdua dalam cinta."

Dalam buku ini, oka mengajak kita menapaki lagi rasa dan fase-fase saat memulai memutuskan berdua. Mulai dari pedekate, nembak, jadian, beragam hal norak yang dilakukan saat berdua, berantem, hingga berakhir ke dua kesimpulan:

"Berdua untuk bahagia, atau berakhir terluka."

Oka menyadarkan bahwa berdua bukan berarti permasalahan akan terselesaikan. Malah, muncul masalah-masalah baru yang mungkin kondisinya akan terasa lebih buruk daripada ketika masih sendiri dulu. Belum lagi saat ada godaan dari luar. Fase saat kalian gak sejalan, lalu orang baru nampak lebih menjanjikan dibanding pasangan sekarang.

Pemeran cewek dalam buku yang bakal kita bahas ini bernama Tarisha. Dia ini adalah teman semasa SD-nya Bang Oka yang kemudian kuliah di Jakarta. Berawal dari pertemanan di masa lalu, mereka akhirnya jadian.

Nggak ada yang tau kalau seseorang yang pernah kita kenal di masa lalu, mungkin akan jadi 'seseorang' di masa depan. Seseorang yang berharga. (hal. 14)

Seperti orang pacaran kebanyakan, mereka juga melakukan hal demikian. Kencan, jalan bareng, main bareng, berangkat kuliah bareng, sampe cebok bareng. Eh, yang terakhir nggak sih! Usaha keras dilakukan Oka supaya apa yang dilakukannya bisa memberi yang terbaik untuk sang pacar, Tarisha.

Semua hal bareng-bareng itu, memang nggak berlangsung untuk selamanya. Ada kalanya, dan saat itulah Tarisha menjadi seperti cewek pacaran kebanyakan, sifat posesif, egois, cemburu, dan pasif-agresifnya mulai muncul satu per satu. Kadang aku ngerasa, ribet ya jadi orang pacaran, punya sifat ini-itu yang bikin eneg buat dilakukan. Padahal, orang yang bilang gini sebenarnya belum tahu aja rasanya pacaran gimana *if you know what I mean*.

Meski begitu, dengan sabarnya Bang Oka menghadapi kelakuan Tarisha ini. Komunikasi yang awal-awalnya menyenangkan, mendadak kelam saat masing-masing di antara mereka punya kesibukan. Kata "terserah" - "ya udah" udah nggak absen lagi dalam setiap percakapan mereka, apapun itu.

Kejengkelan ini memang memuakkan, bagi Oka maupun bagi Tarisha. Bukan nggak mungkin salah satu—atau bahkan dua-duanya—di antara orang berpacaran akan lebih memilih hal lain dibanding capek ngurusin masalah sepele yang dibesar-besarkan. Menurutku sebagai orang yang sok tau apa-apa, mereka terlalu lelah menghadapi pasangannya yang menuntut lebih. Kadang, jeda sedikit memang sangat diperlukan.

Penulis: Oka Dara Prayoga
Penerbit: Bukune
ISBN13: 6022201268
Format: .pdf
Filesize: 7MB