Tampilkan postingan dengan label Rujukan Muslim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rujukan Muslim. Tampilkan semua postingan

10 Pembatal Keislaman


Buku ini berisikan pembahasan sangat penting, yaitu 10 pembatal keislaman beserta penjelasan pembatal ini dan apa yang berkaitan dengannya secara ringkas.

Sebagian cuplikan isi buku:

***

Siapa yang mengatakan: Harus ada perantara antara Allah dengan makhluknya, maka ia harus ditanya: Apa yang ia maksud dengan perantara?

Jika maksudnya bahwa harus ada perantara dalam menyampaikan risalah (yakni Rasulullah sebagai penyampai risalah) antara kita dengan Allah maka ini benar dan harus. Barang siapa mengingkari-nya, maka ia kafir menurut Ijma. Apabila ada perantara yang barang siapa menetapkannya, maka ia kafir menurut ijma, yaitu mengadakan perantara antara dirinya dengan Allah, ia berdoa kepada mereka, memohon syafaat kepada mereka dan bertawakal kepada mereka , karena tidak ada perantara antara Allah dengan para hamba-Nya dalam beribadah

***
DOWNLOAD EBOOK DISINI

Matan Al-Aqidah Ath-Thahawiyah



Judul Kitab: Matan Al-Aqidah Ath-Thahawiyah
Pengarang : Imam Ath-Thahawiyah

Di antara buku-buku panduan paling dasar untuk mempelajari akidah Islam berdasarkan manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah, adalah al-Aqidah ath-Thahawiyah, karya Imam Abu Ja’far ath-Thahawi (w. 321 H).

Matan akidah ini termasuk yang paling banyak dikaji di dunia Islam dari zaman ke zaman, khususnya di halaqah–halaqah para penuntut ilmu yang dibimbing oleh para ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Ini adalah bukti bahwa buku kecil ini diterima secara luas oleh Ahlus Sunnah wal Jama’ah, karena sangat berhasil merangkum poin-poin akidah Islam yang wajib diyakini kaum Muslimin, berdasarkan pemahaman as-Salaf ash-Shalih.

Karena itu, demi mengikuti jejak langkah mereka, kita yang hidup di penghujung umur dunia ini, semestinya juga mengkaji buku kecil ini, agar estafet akidah kita tersambung langsung dengan para sahabat, generasi terbaik umat ini, sebagaimana yang pernah disabdakan oleh Rasulullah, karena merekalah yang telah mempraktikkan Islam secara utuh, baik akidah, ibadah, muamalah, dan akhlak, serta pada pribadi merekalah terpancar akidah Islam yang paling murni.