Tampilkan postingan dengan label Politik dan Hukum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik dan Hukum. Tampilkan semua postingan

Mati Ketawa Ala Refotnasi Penulis: Emha Ainun Nadjib PDF

Mati Ketawa Ala Refotnasi Penulis: Emha Ainun Nadjib PDF

Detail Buku:

Judul: Mati Ketawa Ala Refotnasi
Penerjemah: Triwibowo B.S.
Penerbit: Mizan, 2016
ISBN: 978-602-291-224-8
Bahasa: Indonesia
Jumlah halaman: 200 halaman
Jenis File: PDF
Besar file: 6,96Mb

Deskripsi:


Tiap hari saya bertemu dengan ribuan rakyat di berbagai daerah dan pulau. Hampir semua bertanya, “Kok, partai politik kita sekarang begitu banyak? Ini demokrasi ataukah perpecahan ataukah ketidakdewasaan? Kami harus memilih yang mana?”

Saya tidak bisa menjawab. Malah balik bertanya, “Orang partai mana yang sudah kulonuwun kepada Sampean-Sampean di kampung ini?”

Mereka menjawab, “Belum ada .…”

Pertemuan saya dengan mereka biasanya bermuara pada satu tema: jangan sampai kita rakyat kecil ini gampang didustai lagi.

Mengapa Partai Islam Kalah Penulis Gusdur, Nurcholish Madjid, dkk

Mengapa Partai Islam Kalah Penulis Gusdur, Nurcholis Madjid, dkk

Detail Buku:

Judul: Mengapa Partai Islam Kalah
Penulis: Gusdur, Nurcholis Madjid, Yusril Ihza Mahendra, dkk
Penerbit: Alvabet, 2002
ISBN: 979-3064-01-3
Bahasa: Indonesia
Jumlah halaman: 398 halaman
Jenis File: PDF
Besar file: 4,09Mb

Deskripsi:

Kekalahan partai-partai Islam benar-benar telak. Dari 17 parpol islam yang lolos seleksi pemilu 1999, hanya PPP yang meraih suara signifikan. Perolehan PBB jauh di bawah dugaan. Partai Keadilan hanya mendapat 7 kursi DPR, dan bakal terlikuidasi untuk pemilu 2004.

Apa yang sedang terjadi di negeri Muslim terbesar di dunia ini? Mengapa Islam kurang kuat sebagai azas formal? Mengapa mayoritas Muslim justeru mendukung partai-partai Nasionalis- Kristen dan sekular? Benarkah umat Islam makin kurang percaya bahwa aspirasi mereka akan diakomodasi partai-partai islam; dan makin yakin aspirasi itu akan lebih terakomodasi oleh partai-partai non-Islam?

Mungkin hasil pemilu ini sinyal yang jelas bahwa mayoritas Muslim sudah tak lagi menganggap penting simbol-simbol Islam dalam politik, dan lebih peduli pada substansi.

***

Berpikir tanpa azas Islam dalam periuangan, bukanlah sesuatu yangditentang oleh Islam” -Abdurrahman Wahid

“Sebagai agama, Islam tidak akan kalah.... Orang Islam lebih efektif menjadi oposisi sambil belajar untuk menjadi berkuasa....” -Nurcholish Madjid

“Kalau Habibie dan Megawati dicoba dulu... itu seperti mengurus warteg di pinggir jalan.” -Amien Rais

“...Mereka kalah terhadap keinginan mereka sendiri, bukan kekalahan yang objektif... munculnya 20 partai politik Islam itu... kelebihan karena bermimpi....” -Mitsuo Nakamura

“...Baik partai-partai Islam maupun PDI-P yang mengidap penyakit 'Mitos Jumlah Terbesar' perlu memikirkan betul langkah-langkahnya.... Berpikirlah jauh ke depan menuju Indonesia Baru.” -Kuntowijoyo
Baca selengkapnya »

Mengapa Partai Islam Kalah Penulis Gusdur, Nurcholish Madjid, dkk

Mengapa Partai Islam Kalah Penulis Gusdur, Nurcholis Madjid, dkk

Detail Buku:

Judul: Mengapa Partai Islam Kalah
Penulis: Gusdur, Nurcholis Madjid, Yusril Ihza Mahendra, dkk
Penerbit: Alvabet, 2002
ISBN: 979-3064-01-3
Bahasa: Indonesia
Jumlah halaman: 398 halaman
Jenis File: PDF
Besar file: 4,09Mb

Deskripsi:

Kekalahan partai-partai Islam benar-benar telak. Dari 17 parpol islam yang lolos seleksi pemilu 1999, hanya PPP yang meraih suara signifikan. Perolehan PBB jauh di bawah dugaan. Partai Keadilan hanya mendapat 7 kursi DPR, dan bakal terlikuidasi untuk pemilu 2004.

Apa yang sedang terjadi di negeri Muslim terbesar di dunia ini? Mengapa Islam kurang kuat sebagai azas formal? Mengapa mayoritas Muslim justeru mendukung partai-partai Nasionalis- Kristen dan sekular? Benarkah umat Islam makin kurang percaya bahwa aspirasi mereka akan diakomodasi partai-partai islam; dan makin yakin aspirasi itu akan lebih terakomodasi oleh partai-partai non-Islam?

Mungkin hasil pemilu ini sinyal yang jelas bahwa mayoritas Muslim sudah tak lagi menganggap penting simbol-simbol Islam dalam politik, dan lebih peduli pada substansi.

***

Berpikir tanpa azas Islam dalam periuangan, bukanlah sesuatu yangditentang oleh Islam” -Abdurrahman Wahid

“Sebagai agama, Islam tidak akan kalah.... Orang Islam lebih efektif menjadi oposisi sambil belajar untuk menjadi berkuasa....” -Nurcholish Madjid

“Kalau Habibie dan Megawati dicoba dulu... itu seperti mengurus warteg di pinggir jalan.” -Amien Rais

“...Mereka kalah terhadap keinginan mereka sendiri, bukan kekalahan yang objektif... munculnya 20 partai politik Islam itu... kelebihan karena bermimpi....” -Mitsuo Nakamura

“...Baik partai-partai Islam maupun PDI-P yang mengidap penyakit 'Mitos Jumlah Terbesar' perlu memikirkan betul langkah-langkahnya.... Berpikirlah jauh ke depan menuju Indonesia Baru.” -Kuntowijoyo
Baca selengkapnya »

Bijak Menyikapi Perbedaan Pendapat Penulis: Al-Hamid Jakfar Al-Qadri

Bijak Menyikapi Perbedaan Pendapat Penulis: Al-Hamid Jakfar Al-Qadri

Detail Buku:

Judul: Bijak Menyikapi Perbedaan Pendapat
Penulis: Al-Hamid Jakfar Al-Qadri
Penerbit: Mizan, 2014
ISBN: 978-979-433-753-0
Bahasa: Indonesia
Jumlah halaman: 136 halaman
Jenis File: PDF
Besar file: 6,79Mb


Deskripsi:

Alangkah indahnya, jika persatuan di kalangan umat Islam terwujud. Mungkin, banyak hal telah dicapai jika umat Islam menyadari pentingnya persatuan ini. Di Indonesia, nilai-nilai ini perlu dikembangkan dan dibudayakan. Jika tidak, pemikiran radikal dan ekstrem yang tidak toleran dengan kelompok lain akan tumbuh subur dan berkembang di negeri pertiwi ini, dan dampaknya akan fatal.

Sebab jika pemikiran radikal telah menyentuh akar rumput, pergolakan dan kegaduhan tidak bisa dihindari, pertikaian atas nama agama pasti akan terjadi, dan telah terjadi. Padahal masalahnya sangat sederhana, yaitu pe- mahaman agama yang tidak menyeluruh. Seandainya agama dipahami dengan sempurna maka seseorang akan lebih arif dan moderat dalam bersikap.

Moderat tidak hanya diartikan dengan bersikap lunak pada kelompok lain, namun moderat adalah pemahaman ajaran agama secara benar dan sempurna. Hal ini juga telah dijelaskan oleh Al-Habib Umar dalam salah satu bukunya yang berjudul Al-Wasatiah fi Al-Islam dan telah diterjemahkan dengan judul, Agama Moderat.

Dalam tulisan ini penulis menerjemahkan secara lengkap ceramah-ceramah Al-Habib Umar masalah perbedaan dan cara menyikapinya. Di samping itu, penulis juga menjelaskan kiprah dan usaha beliau dalam membangun ukhuwah. Sekaligus pandangan ulama Hadramaut lainnya seputar masalah ini.
Baca selengkapnya »