Tampilkan postingan dengan label Filsafat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Filsafat. Tampilkan semua postingan

Mati Ketawa Ala Refotnasi Penulis: Emha Ainun Nadjib PDF

Mati Ketawa Ala Refotnasi Penulis: Emha Ainun Nadjib PDF

Detail Buku:

Judul: Mati Ketawa Ala Refotnasi
Penerjemah: Triwibowo B.S.
Penerbit: Mizan, 2016
ISBN: 978-602-291-224-8
Bahasa: Indonesia
Jumlah halaman: 200 halaman
Jenis File: PDF
Besar file: 6,96Mb

Deskripsi:


Tiap hari saya bertemu dengan ribuan rakyat di berbagai daerah dan pulau. Hampir semua bertanya, “Kok, partai politik kita sekarang begitu banyak? Ini demokrasi ataukah perpecahan ataukah ketidakdewasaan? Kami harus memilih yang mana?”

Saya tidak bisa menjawab. Malah balik bertanya, “Orang partai mana yang sudah kulonuwun kepada Sampean-Sampean di kampung ini?”

Mereka menjawab, “Belum ada .…”

Pertemuan saya dengan mereka biasanya bermuara pada satu tema: jangan sampai kita rakyat kecil ini gampang didustai lagi.

Tujuh Filsuf Muslim Penulis Ahmad Zainul Hamdi PDF

Tujuh Filsuf Muslim Penulis Ahmad Zainul Hamdi PDF

Detail Buku:

Judul: Tujuh Filsuf Muslim
Penulis: Ahmad Zainul Hamdi
Penerbit: Pustaka Pesantren, 2004
ISBN: 978-979-3381-74-9
Bahasa: Indonesia
Jumlah halaman: 252 halaman
Jenis File: PDF
Besar file: 3,17Mb

Deskripsi:

Filsafat (Islam) merupakan salah satu bidang yang menguras energi umat Islam sejak dari awal. Bukan hanya berkait dengan perdebatan kon- septual (akademik), melainkan juga merangsek pada wilayah nonakademik. Di satu sisi filsafat diyakini akan mampu mengangkat harkat dan martabat kemanusiaan, pencerah akal budi, di sisi lain fisafat dianggap (pula) sebagai biang kerok pemecah belah umat. “Klaim kebenaran” semakin menyulitkan sekaligus merumitkan upaya dialog dan negosiasi dari kedua kutub yang berlawanan tersebut.

Sekalipun nama Aristoteles banyak disebut oleh para filsuf muslim, namun kenyataannya bukan Aristoteles yang paling berpengaruh dalam bangunan filsafat Islam. Tidak seperti yang banyak diduga, justru doktrin yang sangat mempengaruhi perja- lanan filsafat Islam adalah doktrin yang berten- tangan dengan Aristotelian, Neoplatonisme. Unsur-unsur Platonian ini merembes melalui dua buku, Theologia of Aristotel dan Libre de Causis; dua buku yang secara salah sering dinisbatkan kepada Aristoteles.

Dari sini lalu muncullah nama-nama filsuf Islam yang kontribusinya sangat menentukan per- adaban, tidak hanya peradaban Islam tetapi juga dunia. Tercatat dari rahim Islam nama-nama filsuf yang sangat mempengaruhi dunia, seperti Ibnu Sina, al-Farabi, ar-Razi, dan Ibnu Rusyd.

Buku ini, kendati singkat, menguraikan cukup lengkap dan kritis tentang filusuf muslim yang memberikan kontribusi besar bagi pengembangan pemikiran filsafat Barat. Ketujuh filsuf (muslim) yang ditampilkan dalam buku ini dimulai dari al- Kindi peletak dasar filsafat Islam; ar-Razi; al-Farabi; Ibnu Sina; al-Ghazali; Ibnu Tufayl; hingga Ibnu Rusyd sebagai penyelaras agama dan filsafat.

Studi Filsafat Buku 1 Penulis Hassan Hanafi PDF

Studi Filsafat Buku 1 Penulis Hassan Hanafi PDF

Detail Buku:

Judul: Studi Filsafat Buku 1
Penulis: Hassan Hanafi
Penerjemah : Miftah Faqih
Penerbitl: LKis, 2015
ISBN:  978-602-0809-01-4
Bahasa: Indonesia
Jumlah halaman: 375 halaman
Jenis File: PDF
Besar file: 2,23Mb

Pengantar:

Gagasan mengenai kebangkitan Islam (an-nahdah al-Islâmiyyah) di dunia Arab-Islam telah mengantarkan kaum muslimin kepada tiga persoalan utama, yakni sikap terhadap tradisi Islam, sikap terhadap tradisi Barat, dan sikap terhadap realitas kekinian. Ketiga persoalan ini, pada gilirannya, menjadi positioning sikap kultural yang menjadi poros perbincangan, perdebatan, dan pencarian para intelektual Arab kontemporer dalam upaya penggalian otentisitas tradisi yang diandai- kan menjadi spirit dalam menghadapi realitas kekinian umat Islam (al-ashâlah wa al-mu’âsarah).

Berbagai eksperimentasi telah dilakukan, baik pada ranah politik maupun kebudayaan. Meskipun demikian, pandangan yang domi- nan dalam menyikapi ketiga persoalan di atas, kalau tidak apologis dan ideologis maka cenderung bersifat a-historis. Ini tampak pada frame works kalangan yang disebut tradisionalis dan fundamentalis. Kelompok ini beranggapan bahwa formula kebangkitan harus berpijak pada ranah tradisi. Mempertahankan tradisi, praktik dan pemikiran Islam klasik serta meresonansikannya untuk kembali pada ajaran Islam klasik secara total, dalam pandangan kelompok ini, merupakan suatu kebutuhan bagi kebangkitan Islam.

Demikian juga halnya dengan kalangan yang disebut modernisdan sekular. Kelompok ini mengusung asumsi yang berkebalikan dari kelompok tradisionalis. Mereka beranggapan bahwa formula kebangkitan Islam harus mengambil dari tradisi Barat, karena Islam dianggap tidak mengatur secara mendetil masalah-masalah kenegaraan selain hanya nilai-nilai universalnya saja, seperti keadilan, persamaan, musyawarah, dan seterusnya.

Dalam arena inilah, Hassan Hanafi, seorang intelektual muslim yang namanya sudah sangat populer di tengah wacana keislaman di tanah air, secara serius dan konsisten, yang disertai dengan dedikasi keilmuan yang tinggi dan tanpa lelah berusaha untuk keluar dari jebakan sikap apologetik-ideologis dan a-historis dari kecenderungan dua kelompok di atas. Baginya, kebangkitan Islam tidak akan ter- wujud dengan hanya menonjolkan satu sikap kultural dan menge- sampingkan dua sikap kultural yang lain, melainkan harus berpijak dalam keseimbangan pada ketiga sikap kultural di atas.

Menurut Hassan Hanafi, ketidakseimbangan di dalam sikap kultural, hanya akan menyebabkan pupusnya kesatuan identitas (wahdah asy-syakhshiyyah) dan “keretakan yang payah” di kalangan bangsa Arab sendiri, sehingga peradaban-peradaban, metode-metode pendidikan dan aliran-aliran politik saling berbenturan, yang pada gilirannya hanya mengakibatkan kesatuan nasional dan identitas kebangsaan menjadi hancur.

Buku yang ada di tangan pembaca ini merupakan salah satu eksplorasi kegelisahan Hassan Hanafi terhadap tiga sikap kultural yang tidak imbang, yang ada dalam kebudayaan Arab-Islam, terutama di ranah kajian filsafat. Sebuah identifikasi persoalan yang ia sebut dalam kerangka besar pemikirannya sebagai bagian dari “problem- problem kontemporer”.

Kehadiran buku ini, ke tengah pembaca yang budiman, adalah untuk memperkaya kajian-kajian keislaman, khususnya kajian filsafat, di tanah air. Selain itu, buku ini juga diharapkan bisa menjadi “teman” refleksi terhadap problem kekinian kita yang kurang lebih juga sama dengan yang dihadapi oleh masyarakat Arab-Islam. Yang jelas, buku ini sangat berguna bagi para mahasiswa dan para peminat kajian filsafat dan ilmu-ilmu sosial.



Pengantar Filsafat untuk Psikologi Penulis Dr. Raja Oloan Tumanggor

Pengantar Filsafat untuk Psikologi Penulis Dr. Raja Oloan Tumanggor

Detail Buku:

Judul: Pengantar Filsafat untuk Psikologi
Penulis: Dr. Raja Oloan Tumanggor dan Carolus Suharyanto, S.Th., M.Si
Penerbitl: Kanisius, 2017
ISBN: 978-979-21-5457-3
Bahasa: Indonesia
Jumlah halaman: 345 halaman
Jenis File: PDF
Besar file: 24,4Mb
Review: Goodreads

Deskripsi:

Filsafat merupakan induk dari segala ilmu pengetahuan (mater scientiarum). Oleh karena itu filsafat yang melahirkan ilmu pengetahuan senantiasa tetap relevan bagi setiap orang yang menggeluti ilmu itu sendiri. Kehadiran filsafat selama kurang lebih 25 abad telah memengaruhi kehidupan manusia. Maka, belajar filsafat tetap menjadi hal penting baik dalam pengembangan ilmu pengetahuan maupun peradaban manusia.

Buku ini berusaha menolong pembaca untuk mandapat gambaran mengenai filsafat, persoalan apa yang dibahas, beserta cabang-cabangnya. Buku ini merupakan materi kuliah Pengantar Filsafat kepada mahasiswa semester pertama Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara (UNTAR) Jakarta sejak tahun 2012. Sudah menjadi tradisi filsafat menjadi mata kuliah wajib bagi setiap mahasiswa psikologi Untar. Maka, sebagai kuliah pengantar dan pembimbing, materi yang ditawarkan lebih memperkenalkan apa yang perlu diketahui oleh seorang mahasiswa yang baru berhadapan dengan filsafat.

Setiap bab selalu dilengkapi dengan tujuan instruksional umum, tujuan intruksional khusus, dan kompetensi, dengan maksud untuk menolong maha- siswa/pembaca memahami materi apa yang akan dibahas dalam setiap bab. Selain itu sebagai bahan evaluasi disediakan juga pertanyaan untuk dikerjakan dalam bentuk tugas. Pembaca juga dapat berkomunikasi langsung ke buku sumber melalui bacaan rekomendasi yang tersedia di akhir setiap bab. Hal ini dimaksudkan karena ini adalah buku bahan ajar.



Gaya Filsafat Nietzsche Penulis: A. Setyo Wibowo PDF

Gaya Filsafat Nietzsche Penulis: A. Setyo Wibowo PDF

Detail Buku

Judul: Gaya Filsafat Nietzsche
Penulis: A. Setyo Wibowo
Penerbit: Kanisius, 2017
ISBN: 978-979-21-5129-9
Bahasa: Indonesia
Jumlah halaman: 441 halaman
Jenis File: PDF
Besar file: 3,40Mb

Deskripsi:

Nietzsche itu menarik. Gaya dia menulis provokatif, memberi insight yang entah bagaimana bertautan satu sama lainnya dalam mengatakan kehidupan. Kalau kemudian dalam wacana filosofis muncul Nietzsche-Jerman, Nietzsche-Perancis, atau mungkin juga Nietzsche-Anglo-Amerika, itu hanyalah menunjukan berapa resonansi pemikiran yang satu ini melampaui keterbatasan konteks Nietzsche historis. Dengan memberi judul Gaya Filsafat Nietzsche, artinya buku ini berpretensi menemukan keutuhan pemikiran, Presentasi yang barangkali bagi beberapa orang akan tampak terlalu berlebihan. Penulis akan berusaha meminimalisir pretensi tersebut dengan banyak membiarkan Nietzsche menjadi pembela bagi dirinya sendiri.
Baca selengkapnya »

Seruan Zarathustra karya Nietzsche PDF

Seruan Zarathustra karya Nietzsche PDF

Detail Buku:

Judul: Seruan Zarathustra
Penulis: Nietzsche
Terjemahan : Budi Anre
Penerbit: xxxx
ISBN: xxxx
Bahasa: Indonesia
Jumlah halaman: 244 halaman
Jenis File: PDF
Besar file: 1,73Mb

Deskripsi:

Nietzsche menyusun naskah ini dalam waktu sekitar dua tahun, bab satu ditulis hanya dalam tempo sepuluh hari. Nietzsche sendiri menganggap Seruan Zarathustra ini sebagai karyanya yang paling penting, dan dianggap oleh banyak para komentator sebagai karya yang penuh dengan penjelasan yang detail tentang “superman” dan  “ the will to power.”  Pada awalnya ia hanya menulis tiga bab saja,  merasakan bahwa akhir cerita ini harus disudahi ketika Zatahustra mendapatkan doktrin “siklus abadi” di atas gunungnya.  Kemudian ia pun menulis bab empat, dan ia menolak untuk menerbitkannya, dengan alasan bab ini akan sangat menggoncangkan publik di saat itu. Naskah bab empat disirkulasikan di antara teman-temannya dalam bentuk draft, hingga akhirnya diterbitkan oleh adik perempuannya, Elizabeth, setelah Nietzsche terserang penyakit gila.

Seruan Zarathustra adalah juga karya yang paling populer di kalangan publik. Walau pun buku ini hanya disambut secara dingin ketika pertama kali diterbitkan, karya ini menjadi sangat terkenal setelah wafatnya Nietzsche, dan tetap populer hingga menjadi buku yang paling laris terjual di zaman modern ini. Selama Perang Dunia Kedua, pemerintah Jerman mencetak lebih dari 100.000  eksemplar dan didistribusikan pada tentaranya. 

Dalam tataran narasi, buku ini membicarakan tentang  perjalanan dan ajaran- ajaran Zarathustra, seorang nabi, guru agama dari tokoh dalam sebuah mitos, yang datang ke dunia  untuk mengajarkan ajaran tentang “Sang Superman.” Ajaran-ajaran Zarathustra berupa kombinasi antara  cerita-cerita yang ada dalam ayat-ayat  agama- agama kuno seperti dari kitab Perjanjian Lama dan mitos -mitos Yunani. Dan hanya ada disana-sini.  Karya ini, malahan, terfokus pada ajaran-ajaran Zarathustra  mengenai sang Superman dan perjuangan dirinya untuk mengatasi segala aspek-aspek dunia yang akhirnya  membawanya pada doktrin “Siklus Abadi,” sebuah keadaan  yang diasosiasikan dengan transendensi.

Buku ini menceritakan tinjauan  Nietzsche tentang “Sang Superman,” suatu keadaan  mengenai kehidupan yang murni dimana seseorang dapat mencintai alam dan bumi sebagai kebaikan yang tertinggi. Buku ini menguraikan keyakinan Nietzsche yang sangat mashur  “Tuhan sudah mati.” Dalam Seruan Zatahustra, Nietzsche  me mbayangkan sebuah dunia dimana Sang Superman dapat mengatasi ajaran-ajaran Nasrani yang sudah mati, menuju ke siklus abadi.

Gaya penulisan yang sangat eksperimental ini menjauhkannya dari popularitas, dari lingkaran akademik dan filsafat hingga akhir hayatnya Nietzsche. Buku yang bergaya sangat ambigu,  tidak pas dengan gaya tulisan filsafat abad 19 dan abad 20 awal. Namun, diakhir abad 20 komunitas filsafat postmoderen merangkul karya ini serta format-formatnya yang menghapus batasan-batasan,  yang memadukan filsafat dengan kritik tentang agama dan masyarakat.  Banyak teori-teori postmoderen tentang dekonstruksi berdasarkan pada karya-karya Nietzsche yang ada dalam Seruan Zarathustra, buku ini secara ajeg tetap menghasilkan karya-karya interpretasi akademik  baru. Saat ini ada ratusan uraian-uraian serta penjelasan-penjelasan yang terperinci terhadap apa yang telah dibuktikan sebagai karya Nietzsche yang terkenal itu, dan masih akan tetap mempengaruhi filsafat-filsafat kaum generasi baru. (Budi Anre)

Baca selengkapnya »