Tampilkan postingan dengan label Nurcholish Madjid. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nurcholish Madjid. Tampilkan semua postingan

Ensiklopedi Nurcholish Madjid Jilid 1, 2, 3 dan 4 PDF Download

Ensiklopedi Nurcholish Madjid Jilid 1, 2, 3 dan 4 PDF Download

Detail Buku:

Judul: Ensiklopedi Nurcholish Madjid Jilid 1 s/d 4
Penyusun: Budhy Munawar-Rachman
Penerbit Edisi Digital: Democracy, 2011-2012
Bahasa: Indonesia

Buku yang ada di tangan pembaca ini adalah hasil penyuntingan lebih dari 15 tahun kerja intelektual dan pengajaran Prof. Dr. Nurcholish Madjid di Pusat Studi Islam Paramadina. Selama masa yang panjang itu, sejak berdirinya Yayasan Paramadina, sampai masa-masa menjelang reformasi, Cak Nur panggilan akrab beliau terus-menerus memberikan pada mahasiswa-mahasiswanya di Paramadina, gagasan-gagasan keberagamaan yang segar, inspiratif, berwawasan universal, kosmopolit, dan penuh kedalaman spiritual bahkan kadang-kadang menantang berpikir ulang atas kepercayaan keagamaan tradisional selama ini. Dalam proses belajar itu,  terbentuklah apa yang kemudian disebut “Komunitas Paramadina” yaitu ribuan mahasiswa atau murid-murid Cak Nur yang secara intens terus-menerus mempelajari pemikiran Islam di Paramadina, selama bertahun-tahun hingga kini. Dalam proses pengajaran Cak Nur itu AlhamduliLâh sempat tersimpan rekaman ratusan jam perkuliahan Cak Nur, dan catatan-catatan ( hand out), yang sayangnya tak terdokumentasi lagi tanggal pengajarannya itu.

Maka lebih dari 200 kelas (sebanding 400 jam) perkuliahan, ratusan catatan,  hand out, dan  makalah beliau kemudian ditranskrip, dan diedit untuk kepentingan penerbitan buku  Ensiklopedi Nurcholish Madjid ini. Tetapi jangan terlalu serius dengan kata “ensiklopedi” dalam buku ini, karena buku ini memang tidak didesain dari awal sebagai ensiklopedi ilmiah, dengan pemilihan entri-entri yang ketat sebagaimana layaknya kalau membuat sebuah ensiklopedi. Buku ini memang dibuat besar karena itu disebut “ensiklopedi” sebagai sebuah memori atas pemikiran yang telah Cak Nur tanamkan dan kembangkan pada publik intelektual Islam di Indonesia, dengan Paramadina sebagai tempat persemaian awal mulanya. Di samping, pikiran Cak Nur memang bersifat “ensiklopedis,” maksudnya meliputi banyak isu dan sangat komprehensif. Sehingga dengan buku ensiklopedi ini diharapkan tersimpan sebuah dokumentasi pemikiran Cak Nur yang relatif cukup lengkap. Sehingga dengan buku ini diharapkan dapat tergambar salah satu wajah Islam yang sekarang dirindukan di Indonesia, yaitu wajah Islam yang terbuka, toleran, dan penuh keramahan. Sebuah wajah Islam yang diimpikan Cak Nur terwujud dalam kehidupan keagamaan Islam di Indonesia.

Dalam buku Ensiklopedi Nurcholish Madjid ini, saya juga telah menulis sebuah pengantar panjang, sekitar 200 halaman, yang mencoba mengikat keseluruhan isi buku ensiklopedi ini, sekaligus memberi konteksnya dalam pergumulan Cak Nur dengan gagasan-gagasan keislaman, kemodernan, dan keindonesiaan, tiga hal yang hendak diramu sintesisnya dalam pemikiran apa pun dari Cak Nur. Pengantar tersebut sengaja dibuat panjang, untuk memberi gambaran tentang keluasan pemikiran Cak Nur. Tentu saja pengantar ini tidak bisa mewakili pemikiran Cak Nur secara keseluruhan, tetapi paling tidak dapat dianggap sebagai jejak pemikiran, untuk mengerti ide-ide Cak Nur, terutama yang tertuang dalam ensiklopedi ini.

Ensiklopedi Nurcholish Madjid Jilid 1 - 3,37Mb : Baca Online | Download PDF
Ensiklopedi Nurcholish Madjid Jilid 2 - 3,52Mb : Baca Online | Download PDF
Ensiklopedi Nurcholish Madjid Jilid 3 - 3,47Mb : Baca Online | Download PDF
Ensiklopedi Nurcholish Madjid Jilid 4 - 3,15Mb : Baca Online | Download PDF

Mengapa Partai Islam Kalah Penulis Gusdur, Nurcholish Madjid, dkk

Mengapa Partai Islam Kalah Penulis Gusdur, Nurcholis Madjid, dkk

Detail Buku:

Judul: Mengapa Partai Islam Kalah
Penulis: Gusdur, Nurcholis Madjid, Yusril Ihza Mahendra, dkk
Penerbit: Alvabet, 2002
ISBN: 979-3064-01-3
Bahasa: Indonesia
Jumlah halaman: 398 halaman
Jenis File: PDF
Besar file: 4,09Mb

Deskripsi:

Kekalahan partai-partai Islam benar-benar telak. Dari 17 parpol islam yang lolos seleksi pemilu 1999, hanya PPP yang meraih suara signifikan. Perolehan PBB jauh di bawah dugaan. Partai Keadilan hanya mendapat 7 kursi DPR, dan bakal terlikuidasi untuk pemilu 2004.

Apa yang sedang terjadi di negeri Muslim terbesar di dunia ini? Mengapa Islam kurang kuat sebagai azas formal? Mengapa mayoritas Muslim justeru mendukung partai-partai Nasionalis- Kristen dan sekular? Benarkah umat Islam makin kurang percaya bahwa aspirasi mereka akan diakomodasi partai-partai islam; dan makin yakin aspirasi itu akan lebih terakomodasi oleh partai-partai non-Islam?

Mungkin hasil pemilu ini sinyal yang jelas bahwa mayoritas Muslim sudah tak lagi menganggap penting simbol-simbol Islam dalam politik, dan lebih peduli pada substansi.

***

Berpikir tanpa azas Islam dalam periuangan, bukanlah sesuatu yangditentang oleh Islam” -Abdurrahman Wahid

“Sebagai agama, Islam tidak akan kalah.... Orang Islam lebih efektif menjadi oposisi sambil belajar untuk menjadi berkuasa....” -Nurcholish Madjid

“Kalau Habibie dan Megawati dicoba dulu... itu seperti mengurus warteg di pinggir jalan.” -Amien Rais

“...Mereka kalah terhadap keinginan mereka sendiri, bukan kekalahan yang objektif... munculnya 20 partai politik Islam itu... kelebihan karena bermimpi....” -Mitsuo Nakamura

“...Baik partai-partai Islam maupun PDI-P yang mengidap penyakit 'Mitos Jumlah Terbesar' perlu memikirkan betul langkah-langkahnya.... Berpikirlah jauh ke depan menuju Indonesia Baru.” -Kuntowijoyo
Baca selengkapnya »

Mengapa Partai Islam Kalah Penulis Gusdur, Nurcholish Madjid, dkk

Mengapa Partai Islam Kalah Penulis Gusdur, Nurcholis Madjid, dkk

Detail Buku:

Judul: Mengapa Partai Islam Kalah
Penulis: Gusdur, Nurcholis Madjid, Yusril Ihza Mahendra, dkk
Penerbit: Alvabet, 2002
ISBN: 979-3064-01-3
Bahasa: Indonesia
Jumlah halaman: 398 halaman
Jenis File: PDF
Besar file: 4,09Mb

Deskripsi:

Kekalahan partai-partai Islam benar-benar telak. Dari 17 parpol islam yang lolos seleksi pemilu 1999, hanya PPP yang meraih suara signifikan. Perolehan PBB jauh di bawah dugaan. Partai Keadilan hanya mendapat 7 kursi DPR, dan bakal terlikuidasi untuk pemilu 2004.

Apa yang sedang terjadi di negeri Muslim terbesar di dunia ini? Mengapa Islam kurang kuat sebagai azas formal? Mengapa mayoritas Muslim justeru mendukung partai-partai Nasionalis- Kristen dan sekular? Benarkah umat Islam makin kurang percaya bahwa aspirasi mereka akan diakomodasi partai-partai islam; dan makin yakin aspirasi itu akan lebih terakomodasi oleh partai-partai non-Islam?

Mungkin hasil pemilu ini sinyal yang jelas bahwa mayoritas Muslim sudah tak lagi menganggap penting simbol-simbol Islam dalam politik, dan lebih peduli pada substansi.

***

Berpikir tanpa azas Islam dalam periuangan, bukanlah sesuatu yangditentang oleh Islam” -Abdurrahman Wahid

“Sebagai agama, Islam tidak akan kalah.... Orang Islam lebih efektif menjadi oposisi sambil belajar untuk menjadi berkuasa....” -Nurcholish Madjid

“Kalau Habibie dan Megawati dicoba dulu... itu seperti mengurus warteg di pinggir jalan.” -Amien Rais

“...Mereka kalah terhadap keinginan mereka sendiri, bukan kekalahan yang objektif... munculnya 20 partai politik Islam itu... kelebihan karena bermimpi....” -Mitsuo Nakamura

“...Baik partai-partai Islam maupun PDI-P yang mengidap penyakit 'Mitos Jumlah Terbesar' perlu memikirkan betul langkah-langkahnya.... Berpikirlah jauh ke depan menuju Indonesia Baru.” -Kuntowijoyo
Baca selengkapnya »