Tampilkan postingan dengan label Salim Said. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Salim Said. Tampilkan semua postingan

Gestapu 65: PKI, Aidit, Sukarno dan Soeharto Penulis Haji Salim Said PDF

Gestapu 65: PKI, Aidit, Sukarno dan Soeharto Penulis Haji Salim Said PDF

Detail Buku:

Judul: Gestapu 65: PKI, Aidit, Sukarno dan Soeharto
Penulis: Haji Salim Said
Penerbit: Mizan, 2015
ISBN: 9789794339053
Bahasa: Indonesia
Jumlah halaman: 201 halaman
Jenis File: PDF
Besar file: 3,02Mb
Review: Goodreads

Deskripsi:

Gestapu (Gerakan September Tiga Puluh) 1965 adalah peristiwa besar yang mengubah sejarah Indonesia. Meski telah lewat setengah abad, Gestapu masih mengubah diselimuti kabut misteri dan pertanyaan. Buku ini memiliki keunikan tersendiri dibandingkan literatur sejenis, karena penulisnya menyaksikan langsung situasi di seputar Gestapu. Selain itu, sebagai akademisi, dia mengasai alat analisis dan kesempatan mempelajari dokumen dan literatur langka.

Dalam buku ini,penulis menjawab bermacam kontroversi secara berimbang serta berusaha menjawab pertanyaan terpenting: Siapa dalang sebenarnya dari Gestapu: Sukarno, Soeharto, atau Aidit?


***

"Bung Salim, menuliskan kesaksiannya tentang peristiwa sejarah yang super misterius ini, dengan gaya yang amat menarik dan memukau tentang 3 tokoh sentral di sekitar Peristiwa G-30-S, Kesan saya dari membaca buku ini: Lebih baik menyalahkan seorang Aidit daripada PKI sebagai keseluruhan partai" - Asahan Alham Aidit (Seorang eksil Indonesia yang menetap di Amsterdam)

"Meski setengah abad telah lewat, misteri siapa yang membunuh enam jendral Angkatan Darat pada 1 oktober 1965 belum terungkap seluruhnya. Buku ini menawarkan analisis paling meyakinkan yang pernah saya baca. Berkat pengalaman pribadi selaku wartawan pada masa itu serta ilmuwan politik yang mengikuti dari dekat peran politik militer selama puluhan tahun, penulis menjelaskan dengan jitu dan cermat peran yang kemungkinan besar dimainkan para aktor penting, terutama Sukarno, Aidit, Syam, Latif, Soeharto" - R. William Liddle (Profesor Emeritus Ilmu Politik, Ohio State University

"Dalam kaitan memperingati 50 tahun kegagalan Gestapu, saya mengusulkan agar Prof, Dr Salim Said memperdalam, memperluas, dan memperinci satu bagian dari bukunya yang terdahulu. Buku ini adalah hasilnya. Salim Said adalah salah satu saksi sejarah yang perlu menuliskan apa yang dialaminya. Rasa ingin tahunya kuat, ketajaman analisisnya, posisinya dan sudut pandang yang tepat, menjamin buku ini layak dibaca." - Salahuddin Wahid ( Pengasuh Pesantren Tebuireng)
Baca selengkapnya »

Gestapu 65: PKI, Aidit, Sukarno dan Soeharto Penulis Haji Salim Said PDF

Gestapu 65: PKI, Aidit, Sukarno dan Soeharto Penulis Haji Salim Said PDF

Detail Buku:

Judul: Gestapu 65: PKI, Aidit, Sukarno dan Soeharto
Penulis: Haji Salim Said
Penerbit: Mizan, 2015
ISBN: 9789794339053
Bahasa: Indonesia
Jumlah halaman: 201 halaman
Jenis File: PDF
Besar file: 3,02Mb
Review: Goodreads

Deskripsi:

Gestapu (Gerakan September Tiga Puluh) 1965 adalah peristiwa besar yang mengubah sejarah Indonesia. Meski telah lewat setengah abad, Gestapu masih mengubah diselimuti kabut misteri dan pertanyaan. Buku ini memiliki keunikan tersendiri dibandingkan literatur sejenis, karena penulisnya menyaksikan langsung situasi di seputar Gestapu. Selain itu, sebagai akademisi, dia mengasai alat analisis dan kesempatan mempelajari dokumen dan literatur langka.

Dalam buku ini,penulis menjawab bermacam kontroversi secara berimbang serta berusaha menjawab pertanyaan terpenting: Siapa dalang sebenarnya dari Gestapu: Sukarno, Soeharto, atau Aidit?


***

"Bung Salim, menuliskan kesaksiannya tentang peristiwa sejarah yang super misterius ini, dengan gaya yang amat menarik dan memukau tentang 3 tokoh sentral di sekitar Peristiwa G-30-S, Kesan saya dari membaca buku ini: Lebih baik menyalahkan seorang Aidit daripada PKI sebagai keseluruhan partai" - Asahan Alham Aidit (Seorang eksil Indonesia yang menetap di Amsterdam)

"Meski setengah abad telah lewat, misteri siapa yang membunuh enam jendral Angkatan Darat pada 1 oktober 1965 belum terungkap seluruhnya. Buku ini menawarkan analisis paling meyakinkan yang pernah saya baca. Berkat pengalaman pribadi selaku wartawan pada masa itu serta ilmuwan politik yang mengikuti dari dekat peran politik militer selama puluhan tahun, penulis menjelaskan dengan jitu dan cermat peran yang kemungkinan besar dimainkan para aktor penting, terutama Sukarno, Aidit, Syam, Latif, Soeharto" - R. William Liddle (Profesor Emeritus Ilmu Politik, Ohio State University

"Dalam kaitan memperingati 50 tahun kegagalan Gestapu, saya mengusulkan agar Prof, Dr Salim Said memperdalam, memperluas, dan memperinci satu bagian dari bukunya yang terdahulu. Buku ini adalah hasilnya. Salim Said adalah salah satu saksi sejarah yang perlu menuliskan apa yang dialaminya. Rasa ingin tahunya kuat, ketajaman analisisnya, posisinya dan sudut pandang yang tepat, menjamin buku ini layak dibaca." - Salahuddin Wahid ( Pengasuh Pesantren Tebuireng)
Baca selengkapnya »

Menyaksikan 30 Tahun Pemerintahan Otoriter Soeharto Penulis Haji Salim Said

Menyaksikan 30 Tahun Pemerintahan Otoriter Soeharto Penulis Haji Salim Said

Detail Buku:

Judul: Menyaksikan 30 Tahun Pemerintahan Otoriter Soeharto
Penulis: Haji Salim Said
Penerbit: Mizan, 2016
ISBN: 978-979-433-952-7
Bahasa: Indonesia
Jumlah halaman: 390 halaman
Jenis File: PDF
Besar file: 5,49Mb

Deskripsi:

Buku ini mencatat kasus-kasus yang menunjukkan bagaimana cara Soeharto menguasai tentara. Jenderal Ahmad Kemal Idris, Jenderal H.R. Dharsono, Jenderal Sarwo Edhi Wibowo, Jenderal Sumitro, Jenderal Ali Murtopo, Jenderal Benny Moerdani, dan banyak lagi lainnya, adalah tokoh-tokoh yang pada suatu titik dalam perjalanan karier militer mereka dipersepsikan Soeharto sebagai potensi yang mengancam kekuasaan sang Presiden. Dan karena itu sesegera mungkin disingkirkan dari pendopo kekuasaan.

Para jenderal secara perlahan-lahan akhirnya memang sadar terhadap taktik dan strategi Soeharto membangun, memperkokoh, dan melanggengkan kekuasaannya. Namun, Soeharto sudah menguasai posisi sebagai Presiden dan pemimpin tertinggi yang secara perlahan tetapi ketat mengontrol tentara. Para jenderal terlambat menyadari agenda Soeharto yang berbeda dari rencana para petinggi militer tersebut. Ketika para jenderal mulai menyadari kenyataan sebenarnya setelah bertahun-tahun berada dalam kesadaran palsu (false consciousness), Soeharto sudah telanjur makin kuat dan kecanggihan politiknya sudah bukan tandingan bagi para jenderalnya.

Kumpulan tulisan dalam buku ini membahas secara saksama sebisa mungkin interaksi dan ketegangan selama hampir 30 tahun antara Soeharto dan para jenderalnya. Penting diperhatikan, semua ketegangan itu berakhir dengan kemenangan Soeharto.
Baca selengkapnya »

Menyaksikan 30 Tahun Pemerintahan Otoriter Soeharto Penulis Haji Salim Said

Menyaksikan 30 Tahun Pemerintahan Otoriter Soeharto Penulis Haji Salim Said

Detail Buku:

Judul: Menyaksikan 30 Tahun Pemerintahan Otoriter Soeharto
Penulis: Haji Salim Said
Penerbit: Mizan, 2016
ISBN: 978-979-433-952-7
Bahasa: Indonesia
Jumlah halaman: 390 halaman
Jenis File: PDF
Besar file: 5,49Mb

Deskripsi:

Buku ini mencatat kasus-kasus yang menunjukkan bagaimana cara Soeharto menguasai tentara. Jenderal Ahmad Kemal Idris, Jenderal H.R. Dharsono, Jenderal Sarwo Edhi Wibowo, Jenderal Sumitro, Jenderal Ali Murtopo, Jenderal Benny Moerdani, dan banyak lagi lainnya, adalah tokoh-tokoh yang pada suatu titik dalam perjalanan karier militer mereka dipersepsikan Soeharto sebagai potensi yang mengancam kekuasaan sang Presiden. Dan karena itu sesegera mungkin disingkirkan dari pendopo kekuasaan.

Para jenderal secara perlahan-lahan akhirnya memang sadar terhadap taktik dan strategi Soeharto membangun, memperkokoh, dan melanggengkan kekuasaannya. Namun, Soeharto sudah menguasai posisi sebagai Presiden dan pemimpin tertinggi yang secara perlahan tetapi ketat mengontrol tentara. Para jenderal terlambat menyadari agenda Soeharto yang berbeda dari rencana para petinggi militer tersebut. Ketika para jenderal mulai menyadari kenyataan sebenarnya setelah bertahun-tahun berada dalam kesadaran palsu (false consciousness), Soeharto sudah telanjur makin kuat dan kecanggihan politiknya sudah bukan tandingan bagi para jenderalnya.

Kumpulan tulisan dalam buku ini membahas secara saksama sebisa mungkin interaksi dan ketegangan selama hampir 30 tahun antara Soeharto dan para jenderalnya. Penting diperhatikan, semua ketegangan itu berakhir dengan kemenangan Soeharto.
Baca selengkapnya »