Misteri Sang Kekasih By V. Lestari

Misteri Sang Kekasih By V. Lestari

Apa yang harus dilakukan seorang anak bila ia sangat yakin bahwa ibunya telah melakukan kesalahan yang bodoh? Pertanyaan itu menghantui pikiran Maya sejak upacara pemberkatan di gereja dan terus berlangsung selama resepsi perkawinan ibunya, Lilis Kurniati, dengan Yogi Darwis. Ketika sepasang mempelai mengucapkan janji-janji sakral pernikahan, dan keduanya duduk bersanding, terus menerus mata Maya mencermati wajah keduanya, berganti-ganti dari yang satu kepada yang lain. Ia melihat wajah ibunya berseri-seri, cantik memesona oleh rias wajah yang tebal. Kulit Lilis yang putih kelihatan jadi semakin putih, kontras dengan pemerah pipinya. Dalam usianya yang 37 Lilis masih cantik meskipun tubuhnya lebih gemuk hingga pipinya sedikit tembem. Karena tubuhnya agak pendek, posturnya jadi kelihatan kurang proporsional. Sementara itu pasangannya, Yogi, bertubuh tinggi besar, dengan perut agak membuncit. Wajah lelaki itu persegi dan tulang rahang menonjol di dekat telinga. Mulut Yogi besar dengan kumis tipis di atas bibir yang tebal. Kulitnya sawo matang. Di mata Maya, kedua orang itu benar-benar tidak serasi. Meskipun Lilis sudah mengenakan sepatu hak tinggi, tetapi tetap saja tampak cebol saat berdampingan dengan Yogi. Kepala Lilis bahkan tak mencapai pundak Yogi. Semakin lama memandangi mereka, Maya menjadi sebal sekaligus geli. Mereka
kelihatan seperti badut. Ia ingin sekali tertawa mencemooh mereka. Sayang tak bisa. Nanti dikira sinting. Dan lihatlah wajah ibunya yang menampakkan kebahagiaan selangit. Apa Lilis mengira telah berhasil mendapatkan orang hebat? Sementara lelaki besar di samping Lilis itu terus-menerus meliriknya dengan tatapan cinta. Huh, gombal! Pasti ibunya sudah dijejali oleh rayuan gombal dan ungkapan cinta. Goblok sekali! Sebagai pelajar SMP kelas tiga, Maya merasa banyak tahu perihal cinta, yang tulus maupun yang gombal, dari lusinan novel drama percintaan yang telah dilahapnya. Ia sangat suka membaca, terutama kisah drama yang bercerita tentang kehidupan realistis dengan konflik dan problem berikut solusinya. Sudah tentu ada percintaannya. Hidup akan hambar tanpa cinta. Dari kisah-kisah itu ia juga belajar halhal baru, yang mungkin dan bisa terjadi. Karena berpengalaman dalam memilih buku yang mau dibelinya, ia tahu mana kisah yang menawarkan mimpi dan mana yang ceritanya berbelit absurd hingga sulit dipahami. Kedua jenis kisah itulah yang tak akan dipilihnya. Jadi Maya banyak belajar tentang kehidupan dari novel. Ibunya suka menertawakan teorinya. Ibunya pun melecehkan koleksi novelnya dan menolak ikut membaca. Bagi ibunya, membaca membuang waktu. Tapi tidak dengan tidur! Karena itu tak mengherankan bila ibunya bertambah gemuk. Dulu Lilis langsing, hingga tampak mungil. Ya, terus saja melar begitu, maka sepuluh tahun lagi potongan tubuh ibunya akan seperti bola. Yogi itu pun besar kemungkinan akan menjadi gembrot. Sekarang saja bakat gendut sudah kelihatan. Maka yang satu menjadi bola kecil, sedang yang lainnya bola besar. Maya tersenyum sendiri membayangkan khayalannya menjadi kenyataan. Tapi kemudian senyumnya lenyap ketika terpikir, bahwa kemungkinan sesuatu yang mengerikan keburu terjadi sebelum kedua orang itu menjadi bola-bola. Wajahnya menjadi murung. Ketika ia mengangkat kepala, kebetulan ia beradu pandang dengan mata Yogi yang terarah kepadanya. Kembali ia melihat sesuatu di mata itu.  Sesuatu yang melecehkan, merayu dan mengajak! Ia pun balas menatap dengan kebencian. Ia menyatakannya dengan terang-terangan, tanpa rasa takut sedikit pun kepada lelaki besar itu. Tetapi Yogi, ayah tirinya sekarang (uh, betapa bencinya ia dengan istilah itu), tersenyum kepadanya. Senyum bermakna
apakah itu? Orang lain tentu akan menganggapnya sebagai senyum ramah kebapakan. Uh, apa sih kebapakan itu? Baginya, itu senyum yang mengancam. Awas kau! Pada suatu saat aku akan datang kepadamu dan Pundaknya ditepuk seseorang. Maya memekik kaget. Orang-orang menoleh kepadanya. Wajahnya menjadi kemerahan tersipu. ”Kamu lagi ngapain, May?” Della, bibinya atau adik ibunya, merangkul pundaknya lalu duduk di sebelahnya. ”Kok Tante ke sini? Nggak di depan

Detail Buku:
Judul         :  Misteri Sang Kekasih
Penulis      :
V. Lestari
Penerbit     : PT Gramedia Pustaka Utama
ISBN         :978 – 602 – 03 – 1546 – 1
Tebal         :
464 hlm
Download      : Google Drive



Tidak ada komentar:

Posting Komentar