Novel Antologi Rasa By : Ika Natassa

Novel Antologi Rasa By : Ika Natassa

Sinopsis:

People travel for different reasons. Terkadang karena pekerjaan, mencari sesuatu, terpaksa, or sometimes it’s just for the sake of traveling itself. Apa pun yang membawa kita bersusah-susah packing, mengantre check in, terduduk bosan menunggu take off, dan menghabiskan berjam-jam di udara sampai akhirnya mendarat dengan tubuh pegal dan mata mengantuk. We travel for work. Aku ingat waktu kecil keluarga kami sering berpindah-pindah karena pekerjaan orangtuaku. Setahun di Kalimantan, setahun di Vietnam, lima tahun di Jakarta, delapan bulan di Dubai, dua tahun lima bulan di Texas, sam-pai akhirnya aku lupa sudah berapa kali rapor sekolahku berganti ketika akhirnya aku lulus SMA. Dan sekarang aku juga sudah susah mengingat berapa kali aku terbang dalam enam bulan terakhir karena urusan pekerjaan. Untuk beberapa orang, traveling is a part of their job description. Seperti Guns N’ Roses yang memecahkan rekor tur terpanjang di dunia The Use Your Illusion Tour berlangsung dari tahun 1991 sampai tahun 1993, 194 pertunjukan di 27 negara. Sinting (lebih sinting lagi kenapa aku bisa tahu fakta itu, tapi aku sedang tidak ingin membahasnya sekarang). Barack Obama yang menghabiskan hari-harinya sejak Januari 2007 on the road berkampanye. Dan pembalap-pembalap F1 ini, yang menghabiskan sebagian besar waktu mereka dalam setahun keliling dunia untuk berlaga. Some travel for a greater purpose. Pernah nonton film The Time Machine yang diadaptasi dari novel H.G. Wells? Kisah Alexander Hartdegen, seorang profesor di Columbia University (diperankan oleh Guy Pearce), yang menghabiskan empat tahun hidupnya berusaha mengkalibrasi hitungan matematis agar dia bisa membangun mesin waktu. Alexander
akhirnya berhasil melakukan perjalanan ke masa lalu, ke masa depan, hanya untuk satu tujuan: menyelamatkan nyawa Emma, kekasihnya yang terbunuh tepat di malam ia melamarnya. The romantic side in me just can’t resist the story. Some to make history. Seperti Marco Polo yang menulis catatan perjalanannya ke belahan dunia timur: Persia, Cina, bahkan Indonesia, di buku Il Milione. Atau Tenzing Norgay yang berhasil mencatatkan diri sebagai orang pertama yang berhasil mencapai puncak Everest bersama Edmund Hillary pada tahun 1953. Napoleon Bonaparte, yang harus meninggalkan istri tercintanya Joséphine selama berbulan-bulan demi memimpin pasukan Prancis. Forrest Gump, yang tiba-tiba memutuskan untuk berlari keliling dunia selama 3 tahun, 2 bulan, 14 hari, dan 16 jam, menjadi terkenal karenanya dan bahkan sempat menginspirasi terciptanya T-shirt Smiley Face dan bumper sticker bertuliskan Shit Happens (aku tahu ini cuma fiksi, tapi aku serasa menonton History Channel waktu melihat filmnya). Yeah, I’ve been giving you too much history lesson, haven’t I? Aku juga heran mengapa otakku masih bisa berfungsi untuk mengingat-ingat semua fakta itu di saat jam tanganku telah menunjukkan pukul 22.15 waktu Jakarta (yang berarti satu jam lebih larut di Singapura), kepalaku mulai terasa berat bersamaan dengan mendaratnya pesawat ini di Changi. Aku masih mendengarkan suara John Mayer di iPod saat merasakan sentuhan hangat di tangan kananku. ”Tidur mulu sih lo, udah nyampe nih,” dia tersenyum lebar saat aku menoleh. Dia langsung melepas safety belt dan berdiri menurunkan barang dari overhead luggage compartment, kedua matanya masih berkilat-kilat penuh semangat, seperti anak kecil yang ditawari cokelat mahal di malam Halloween. Aku ikut melepas safety belt, menyambut uluran ransel kamera National Geographic-ku darinya. ”Energi lo masih nyala aja udah jam segini ya, Ris?” senyumku.

Detail Buku:­­
Judul         : Antologi Rasa
Penulis      : Ika Natassa
Penerbit     : PT. Gramedia Pustaka Utama
ISBN         :978 - 979 - 22 - 7439 - 4
Tebal         : 344 hlm
Download      : Google Drive


Tidak ada komentar:

Posting Komentar