Teror - Buku Terakhir John Series Lexie Xu

Teror - Buku Terakhir John Series Lexie Xu

BANYAK orang mengira dia sudah mati, tapi tidak demikian halnya bagiku. Ya, aku memang melihatnya terapung-apung di kolam itu, pucat dan bengkak, dan sama sekali tidak mirip anak perempuan yang pernah kukenal. Aku juga hadir dalam pemakamannya, melihatnya berbaring dengan sopan di dalam peti mati, peti yang kemudian ditutup dengan rapat dan dikuburkan empat meter di bawah permukaan tanah. Aku melihat banyak orang menangisinya mata-mata penuh air mata kesedihan yang kemudian berubah marah saat menatapku. Mata-mata yang mengatakan satu hal yang sama: kau sudah membunuhnya! Tapi itu kecelakaan! begitulah pembelaan diriku selama ini. Aku tidak mendorongnya, dia sendiri yang jatuh ke kolam. Aku bahkan berusaha menolongnya, hanya saja dia terlalu panik untuk menerima pertolonganku. Aku berusaha melupakan rasa puas yang sempat memenuhi hatiku, saat melihatnya berhenti berusaha untuk hidup. Tapi pokoknya, itu bukan salahku. Lalu ibuku bunuh diri, meninggalkan catatan bahwa dia tidak sanggup hidup bersama anak yang sudah membunuh anak perempuannya. Apakah ini berarti aku bukan anakmu juga, Mama? Pikiran ini menyakitiku, siang dan malam, baik saat aku terbangun maupun di dalam mimpiku. Aku menyadari bahwa aku mulai  terpisah dari dunia ini. Semua orang mengucilkanku. Ayahku bahkan membawaku tinggal di rumah terpencil di luar kota, tempat kami tidak perlu menghadapi pandangan menuduh para tetangga, teman, dan keluarga. Namun ayahku juga sangat sering meninggalkanku sendiri. Katanya dia harus pergi ke luar kota atau luar negeri untuk bekerja. Hah, alasan! Dan pada saat aku sendirian, dia pun muncul lagi. Tak ada yang berubah pada dirinya. Tak ada bekas-bekas kematian yang terlihat pada dirinya. Dia tampak sama seperti dulu cantik, menggemaskan, dan membuatku muak setengah mati. Tapi aku tahu yang lebih baik: dia sudah mati. Yang kuhadapi ini hanyalah hantunya. Lalu kenapa ada jejak-jejak kehidupannya di sekitarku? Susu yang hanya dihabiskan separuh. Boneka Barbie di dalam kamarku. Rasa pedas di tanganku saat aku menamparnya. Ini hanya berarti satu hal: dia masih hidup! Aku tidak tahu bagaimana penjelasannya. Mungkin dia hanya berpura-pura mati saat dikuburkan. Mungkin ayahku berusaha menyembunyikannya dariku. Mungkin juga seluruh dunia berkonspirasi untuk menipuku. Semua orang mengira aku goblok. Mereka sama sekali tidak menyadari bahwa aku sudah mengetahui tipu daya mereka.Tak heran aku jadi marah sekali. Kulampiaskan emosiku dengan bersikap kejam padanya. Aku memukulinya habis-habisan, sampai tubuhnya berdarah-darah dan tenagaku terkuras habis, sampai aku tidak sanggup bangun selama dua hari. Aku mengosongkan kulkas dan membiarkan dia kelaparan, namun belakangan kusadari dia tidak butuh banyak makan, dan keterbatasan makanan di rumah malah hanya menyusahkan diriku sendiri. Aku bahkan mendorongnya ke tengah jalan supaya ditabrak mobil, tapi entah bagaimana, akulah yang terjatuh dan akulah yang nyaris ditabrak mobil. Lambat laun, aku tersadar. Apa yang sudah kulakukan? Seharusnya aku membalas dendam pada dunia yang sudah menghakimiku dengan kejam, bukannya mengurusi si cecunguk kecil tak berharga ini. Jadi aku pun belajar menerima kehadirannya, tidak mengacuhkannya, menganggapnya hanyalah salah satu benda mati yang tidak perlu kupusingkan. Sesekali, kalau aku sedang kesal, kugunakan dia untuk melampiaskan kemarahanku. Yah, biarpun tak berharga, dia punya kegunaan juga. Aku tidak pernah bertanya-tanya kenapa semakin hari aku semakin bertambah tinggi dan besar, sementara dia tetap anak kecil yang sama seperti bertahun-tahun lalu. Saat lulus SMP, aku memutuskan sudah waktunya aku mulai unjuk gigi. Aku terlalu pandai, terlalu tampan, dan terlalu hebat untuk dikucilkan di rumah luar kota yang tidak ada apa-apanya. Ayahku tidak pernah ada di rumah. Jadi sebenarnya aku bisa melakukan apa saja yang kuinginkan. Hal pertama yang ingin kulakukan adalah kembali ke rumah

Detail Buku:­­
Judul         : Teror - Buku Terakhir John Series Lexie Xu
Penulis      : Lexie Xu
Penerbit     : PT Gramedia Pustaka Utama
ISBN         :978 – 602 – 03 – 1296 – 5
Tebal         : 272 hlm
Download      : Google Drive


Tidak ada komentar:

Posting Komentar