The Body In The Library (Mayat Dalam Perpustakaan)

The Body In The Library (Mayat Dalam Perpustakaan)

Sinopsis :
Mrs. Bantry sedang bermimpi. Tanaman kacang polongnya baru saja memenangkan hadiah pertama dalam pameran tanaman. Pak Pendeta, yang mengenakan jubah dinasnya, kini sedang menyerahkan hadiah-hadiah di gereja. Bu Pendeta melewatinya, hanya mengenakan pakaian renang. Tetapi karena kejadian ini hanya sekadar mimpi, busana Bu Pendeta ini tidak menimbulkan kegemparan di antara anggota gereja sebagaimana yang pasti akan terjadi dalam kehidupan yang sesungguhnya Mrs. Bantry benar-benar sedang menikmati mimpinya. Ia memang mempunyai kebiasaan terbuai oleh alam mimpinya di pagi hari, sampai teh paginya dihidangkan, dan pada saat itu buyarlah alam mimpinya Antara sadar dan tidak, samar-samar Mrs. Bantry mendengar bunyi-bunyi kesibukan pagi hari dalam rumah tangganya. Bunyi cincin-cincin tirai yang beradu ketika tirai di dekat anak tangga itu disibakkan oleh pembantu rumah tangganya, bunyi sapu dan sekop yang sedang dipergunakan pembantunya yang kedua di lorong luar, dan di kejauhan terdengar pula bunyi selot pintu depan yang berat dibuka Permulaan suatu hari yang baru lagi. Sementara itu Mrs. Bantry masih ingin dibuai sedikit lebih lama lagi oleh impiannya tentang pameran tanaman itu karena mimpinya ini semakin terasa seperti benarbenar terjadi. Di lantai bawah terdengar bunyi daun-daun jendela yang besar di kamar tamu sedang dibuka. Mrs. Bantry mendengarnya, namun juga seperti tidak mendengarnya. Kurang-lebih setengah jam lagi, bunyi-bunyi kegiatan rumah tangganya ini masih akan berlangsung, bunyi orang-orang yang bekerja dengan hati-hati, pelan-pelan supaya tidak mengganggu. Bagi Mrs. Bantry bunyi-bunyi ini sudah tidak mengganggunya lagi, karena toh sudah begitu dikenalnya. Bunyi- bunyi ini semakin jelas dengan mendekatnya suara langkah kaki orang yang berjalan dengan tergesa-gesa di lorong, suara gemeresik gaun katun, suara lembut cangkir dan piring yang beradu di atas nampan ketika nampan itu diletakkan di meja di luar pintu kamarnya, lalu bunyi ketukan lembut di pintu dan masuknya Mary untuk membukakan tirai kamar tidurnya. Dalam tidurnya, Mrs. Bantry mengernyitkan dahinya. Sesuatu telah membuat penetrasi ke dalam alam mimpinya sesuatu yang mengganggu, sesuatu yang tidak pada tempatnya. Langkah-langkah kaki sepanjang lorong, langkah-langkah kaki yang terlalu tergesagesa dan masih terlalu pagi. Secara tidak sadar telinga nya menantikan bunyi porselen beradu, tetapi suara dentingan porselen yang dinantikan tidak timbul Sekarang ketukan di pintunya telah terdengar. Secara otomatis, dari alam mimpinya, Mrs. Bantry berkata, ”Masuk.” Pintu terbukanah, sekarang tibalah waktunya bunyi cincin-cincin tirai beradu sementara tirai itu disibakkan. Tetapi bunyi cincin-cincin tirai ini tidak dating Dari tempat yang jauh samar-samar terdengar suara Mary terengah-engah, histeris. ”Aduh, Nyonya, aduh, Nyonya, ada mayat dalam perpustakaan.” Dengan suatu ledakan tangis yang histeris, Mary berlari keluar dari kamar itu. Mrs. Bantry terduduk di atas tempat tidurnya. Entah mimpinya yang tiba-tiba berubah aneh, atau atau Mary benar-benar telah menerjang masuk ke kamar itu dan mengatakan (luar biasa! begitu tidak masuk akalnya!) bahwa ada mayat dalam perpustakaan. ”Tidak mungkin,” kata Mrs. Bantry kepada dirinya sendiri. ”Aku tentunya memimpikan semuanya.” Tetapi walaupun dia berkata demikian, dia semakin yakin bahwa dia tidak memimpikannya. Bahwa Mary, pembantunya yang tenang dan cekatan, benar-benar telah mengucapkan kata-kata ajaib itu Mrs. Bantry mengingat-ingat kembali sejenak, kemudian disikutnya suaminya yang masih tidur.

Detail Buku:
Judul         : The Body In The Library (Mayat Dalam Perpustakaan)
Penulis      :
Agatha Christie
Penerbit     : PT Gramedia Pustaka Utama
ISBN         :978 - 979 - 22 - 8285 - 6
Tebal         :
288 hlm
Download      : Google Drive


Tidak ada komentar:

Posting Komentar