Namaku Dimas. Aku akan berumur tepat tujuhbelas tahun di sebuah tanggal di bulan September nanti. Aku kelas satu SMA, dan sebentar lagi mau naik ke kelas dua. Aku tinggal di sebuah kota di Jawa Tengah, kota yang cukup ramai tapi juga nyaman! Solo, kota yang punya slogan: The Spirit Of Java! Dalam banyak hal aku nggak jauh beda dengan anak cowok lainnya yang seumuran. Aku punya enam hari buat berangkat ke sekolah tiap pagi, dan pulang di sore hari. Selain teman sekolah, seingatku aku nggak punya teman bergaul lainnya. Itupun aku jarang bergaul dengan mereka di luar sekolah.Ya, aku tergolong anak rumahan yang lebih banyak tinggal di rumah sehabis pulang sekolah. Aktivitasku di luar rumah selain sekolah, paling-paling cuma sekedar refreshing yang biasanya kunikmati sendiri. Entah itu jalan-jalan, lihat-lihat kota ataupun nonton film.Jadi, aku bukan anak gaul? Ah, predikat seperti itu sih nggak penting buatku! Di rumah, aku tinggal bersama kedua orang tuaku. Sebutanku buat kedua orang tuaku memang nggak ada kesan Jawa-nya sama sekali. Aku nggak memanggil mereka Bapak ataupun Ibu seperti lazimnya keluarga Jawa, tapi memanggil dengan sebutan Papa dan Mama! Karena, yahhh... mungkin kebiasaan dari kecil aja. Papa orang Jawa, asli dari Solo. Sedangkan Mama dulu tinggal di Jakarta, tapi aslinya campuran Sunda dan Manado. Mama lebih terbiasa pakai bahasa Indonesia daripada bahasa Jawa ataupun Sunda, Papa akhirnya juga begitu. Tapi bukan berarti kami nggak bisa bahasa Jawa ya! Cuma soal kebiasaan aja. Hehehe. Keseharian Papa, dia sibuk kerja di kantor dari pagi hingga sore bahkan kadang sampai malam. Kalau bisa pulang lebih awal, biasanya juga pilih tinggal di rumah aja. Sedangkan Mama kerja di perusahaan asuransi, entah apa istilahnya, pokoknya sering berada di luar mencari nasabah. Buat membantu mengurusi pekerjaan sehari-hari di rumah, kami punya pembantu, Mbok Marni. Sudah setengah tua, tapi justru itulah, dia bukan tipe pembantu yang banyak tingkah. Sederhana, sabar, nggak norak, dan syukurlah dia juga nggak suka caper ke tetangga. Tipe pembantu rumah tangga yang baik lah...! Lalu aku? Tetap dengan aktivitasku sendiri, berangkat ke sekolah tiap pagi lalu pulang ke rumah sore hari. Sesekali bantu bersih-bersih rumah, menyirami tanaman, menyapu halaman, atau keluar dengan motor sekedar refrehsing. Begitulah, aku rasa nggak ada schedule yang istimewa dalam keseharianku.Apakah hidupku membosankan? Hmmm, aku memang punya orang tua yang cukup sibuk. Tapi aku bisa memaklumi kesibukan mereka. Lagipula aku bukan anak cowok yang cuma bisa bengong sepanjang hari di rumah sepulang sekolah. Sebenarnya, aku punya satu hal spesifik yang selalu bisa kukerjakan, sendirian... di kamar! Aktivitas dengan sebuah...LAPTOP! Baiklah, laptopku memang bukan seri termahal di merk-nya. Tapi dia bisa berfungsi optimal, buatku itu udah cukup. Malah berkat Papa yang mau berbaik hati memasang saluran internet di kamarku, itu lebih dari cukup! Dengan begitu laptopku ibarat teman yang selalu siap kapan aja, selama nggak lowbatt! Dia bisa jadi apapun yang kubutuhkan! Ehhmm, dia memang nggak bisa jadi hamburger kalau aku lapar, tapi dia bisa jadi bioskop kalau aku lagi pingin nonton film. Dia bisa jadi music player yang asyik kalau aku lagi pingin dengar musik. Dia bisa jadi studio foto kalau aku lagi pingin narsis, mengedit foto sendiri dibikin lebih cakep, tapi pastinya bukan gaya sok imut seperti anak-anak alay! Hahaha. Dengan fasilitas internet aku bisa bermain-main di situs-situs yang menyenangkan, dari jejaring sosial, forum maya, situs pendidikan sampai situs entertainment! Ya, aku memang anak rumahan, tapi bukan berarti aku nggak tahu apa-apa soal realita di luar rumah! Kehidupan yang sebenarnya, bahkan yang ada di luar sana yang nggak bisa kutemui secara langsung, aku bisa mengintipnya lewat sebuah jendela bernama internet. Aku nggak
Detail Buku:
Judul : COWOK RASA APEL
Penulis : Noel Solitude
Penulis : Noel Solitude
Penerbit : Spica Solitudia
ISBN :-
Tebal : -
ISBN :-
Tebal : -

Tidak ada komentar:
Posting Komentar