Mengungkit Pembunuhan (Five Little Pigs)

Mengungkit Pembunuhan (Five Little Pigs)

HERCULE POIROT memandang dengan tertarik dan kagum wanita muda yang diantar masuk ke ruangannya. Tak ada yang istimewa dalam surat yang telah ditulisnya. Surat itu hanya berisi permintaan untuk bertemu, tanpa menyinggung masalah di balik permintaan itu. Surat yang ringkas dan formal. Hanya kemantapan tulisan tanganlah yang menunjukkan bahwa Carla Lemarchant adalah seorang wanita muda. Dan sekarang ia muncul dalam sosok yang nyata seorang gadis yang jangkung, ramping, dan berusia sekitar dua puluhan. Ia termasuk tipe wanita muda yang tak cukup dipandang hanya sekali. Busananya baik. Ia mengenakan mantel dan gaun berpotongan baik yang mahal serta baju hangat yang mewah dari kulit binatang berbulu. Kepalanya sesuai sekali dengan pundaknya, dahinya persegi, potongan hidungnya menunjukkan bahwa ia orang yang perasa dan dagunya tegak. Tampaknya ia seorang yang periang dan bersemangat. Semangat hidupnya inilah yang tampil lebih menonjol dari dirinya ketimbang kecantikannya. Sebelum kedatangan gadis itu, Hercule Poirot merasa tua sekarang ia merasa menjadi muda kembali energik tegar! Ketika maju menyambutnya, ia sadar bahwa dengan matanya yang kelabu tua gadis itu mengamatinya dengan saksama. Dan itu dilakukannya tanpa sembunyisembunyi. Ia duduk dan menerima rokok yang ditawarkan kepadanya. Setelah rokok itu disulut ia duduk menikmatinya selama semenit, atau dua menit, sambil terus mengamati Poirot dengan saksama, dan dengan pandangan menyelidik. Dengan lembut Poirot berkata, ”Ya, akhirnya Anda harus mengambil keputusan, bukankah begitu?” Ia terkejut. ”Maaf?” Suaranya agak berdesah kedengaran ramah dan menarik. ”Bukankah Anda sedang berpikir mengenai apakah saya hanya seorang tukang obat kaki lima, atau orang yang Anda butuhkan?” Gadis itu tersenyum. Katanya, ”Hmm, ya kira-kira memang demikian. Perlu Anda ketahui, M. Poirot, Anda Anda sama sekali tidak sesuai dengan bayangan saya tentang Anda.” ”Dan saya tua, bukan? Lebih dari yang Anda bayangkan?” ”Ya, itu juga.” Ia ragu-ragu sejenak. ”Saya terus terang saja. Saya ingin saya harus mendapatkan yang terbaik.” ”Percayalah,” ujar Hercule Poirot. ”Saya sungguh yang terbaik!” Carla berkata, ”Anda tidak merendah... Namun demikian, saya cenderung berpegang pada kata-kata Anda.” Poirot berkata dengan tenang, ”Orang, seperti Anda ketahui, tidak melulu mengandalkan ototnya. Saya tidak perlu mencatat dan mengukur bekas tapak kaki, memungut puntung-puntung rokok atau mengamati bilah-bilah rumput yang tertekuk. Saya cukup duduk di kursi saya dan berpikir. Inilah” ia menepuk kepalanya yang berbentuk telur ” ini yang bekerja!” ”Saya tahu,” sahut Carla Lemarchant. ”Itulah sebabnya saya datang kepada Anda. Perlu saya menghendaki Anda, mengerjakan suatu hal yang fantastik!” ”Itu,” sahut Hercule Poirot, ”tentu menarik sekali!” Dengan pandangannya ia menyemangati gadis itu. Carla Lemarchant menghela napas dalam-dalam. ”Nama saya,” katanya, ”bukan Carla, melainkan Caroline. Sama dengan nama ibu saya.” Ia berhenti sejenak. ”Dan walaupun saya selalu menggunakan nama Lemarchant nama keluarga saya yang sesungguhnya adalah Crale.” Dahi Poirot untuk sesaat berkerut. Ia menggumam, ”Crale agaknya saya masih ingat...” Gadis itu berkata, ”Ayah saya seorang pelukis pelukis yang cukup dikenal. Beberapa orang bahkan mengatakan bahwa ia pelukis besar. Saya kira itu benar.” Hercule Poirot berkata, ”Amyas Crale?” ”Ya.” Gadis itu berhenti sejenak, kemudian melanjutkan, ”Dan ibu saya, Caroline Crale, dahulu diadili dengan dakwaan telah membunuh Ayah!” ”Aha,” seru Hercule Poirot. ”Saya ingat sekarang tapi hanya samar-samar. Saya sedang di luar negeri waktu itu. Sudah lama sekali.” ”Enam belas tahun,” tegas gadis itu. Wajahnya putih sekali sekarang dan kedua matanya berapi-api. Ia berkata, ”Ia diadili dan dihukum... Ia tidak digantung karena ada beberapa hal yang meringankannya sebab itu, hukuman yang dijatuhkan adalah penahanan seumur hidup. Tetapi ia meninggal hanya setahun setelah diadili. Anda tahu, bukan? Dan peristiwa itu dianggap telah berlalu selesai berakhir...” Poirot berkata dengan lirih, ”Lalu?” Gadis yang bernama Carla Lemarchant itu mengatupkan kedua tangannya. Ia berkata dengan perlahan dan tertahan-tahan, namun dengan tekanan-tekanan yang aneh.

Detail Buku:
Judul         : Five Little Pigs
Penulis      :
Agatha Christie
Penerbit     : PT Gramedia Pustaka Utama
ISBN         :978 – 979 – 22 – 8365 – 5
Tebal         :
376 hlm
Download      : Google Drive


Tidak ada komentar:

Posting Komentar