Novel Golden Bird Ultimate karya Luna Torashyngu

Novel Golden Bird Ultimate

Sinopsis :
Suatu tempat di pegunungan utara semenanjung Korea, tiga tahun kemudian...
SEBUAH helikopter militer terbang rendah di atas pegunungan. Helikopter itu berputar-putar di atas pegunungan yang hampir seluruhnya tertutup salju abadi yang tak pernah mencair walau sekarang telah memasuki musim panas. Setelah berputar-putar selama kurang-lebih lima belas menit, helikopter tersebut akhirnya mendarat di sebuah dataran yang agak rata dan lapang. Terdapat sebuah pondok kayu kecil di salah satu sisi dataran tersebut. Melihat helikopter mendarat, dua prajurit militer Korea Utara keluar dari dalam pondok. Mereka memegang senapan otomatis lengkap, dan mantel tebal untuk menahan dinginnya udara. Kedua prajurit itu menghampiri helicopter yang baru saja mendarat. Tiga orang turun dari dalam helikopter. Ketiga orang itu melangkah maju, dipimpin seorang yang paling tua, seorang jenderal berbintang empat. Melihat siapa yang baru turun, kedua prajurit yang menyambut segera memberi hormat ala militer. ”Semua baik?” tanya jenderal tersebut. Namanya Jong Il Sung, usianya 52 tahun, dan dia memiliki pengaruh yang cukup luas di kalangan militer Korea Utara. ”Baik, Jenderal...,” jawab salah seorang prajurit. Jenderal Sung menoleh ke kedua prajurit di sampingnya secara bergantian, lalu mengangguk. Seketika itu juga kedua prajurit di sampingnya mengangkat senapan otomatis mereka dan menembak kedua prajurit di depan mereka. Mendapat serangan mendadak, tentu saja kedua prajurit tersebut tidak siap. 
Mereka langsung tersungkur tanpa sempat mengadakan perlawanan. Jenderal Sung mendekat pada salah satu jenazah prajurit itu dan berjongkok. Dia meraba leher si prajurit, dan menemukan apa yang dicari. Sebuah anak kunci berwarna perak yang dikalungkan di leher si prajurit. Jenderal itu lalu melakukan hal yang sama pada jenazah prajurit lainnya. ”Singkirkan!” perintah Jenderal Sung setelah mendapat kedua anak kunci. Kedua prajurit yang datang bersamanya itu menyeret jenazah rekan mereka dan menguburkannya dalam tumIsi- pukan salju tebal. Sementara itu Jenderal Sung berjalan ke dalam pondok. Interior pondok itu sama seperti pondok-pondok pada umumnya. Terdapat satu set sofa, televisi, serta dua kamar yang letaknya berdampingan. Terdapat juga sebuah perapian di dekat dapur, meskipun di dalam pondok itu juga terpasang penghangat ruangan yang berfungsi dengan baik. Jenderal Sung mendekati perapian dan meraih salah satu batu bata penyusun dinding yang terletak di sebelah kanannya. 
Dia menekan batu bata, yang ternyata sebuah tombol rahasia. KLIK! Terdengar suara yang berasal dari dua foto yang tergantung di sisi kiri dan kanan perapian—masing-masing foto Kim Il Sung dan Kim Il Jong, dua tokoh yang paling berpengaruh dalam sejarah perkembangan Korea Utara hingga sekarang. Kedua foto itu ternyata dapat terbuka saat tombol rahasia ditekan. Kedua prajurit yang tadi bersama Jenderal Sung telah masuk pondok. Tanpa berkata sepatah kata pun Jenderal Sung memberikan satu anak kunci pada masing-masing anak buahnya. Mereka ternyata cukup mengerti apa yang harus dilakukan. Kedua prajurit itu masing-masing mendekati kedua foto yang telah terbuka. Di balik fotofoto tersebut ternyata ada lubang kunci. Kedua prajurit itu memasukkan kunci dan memutarnya pada saat yang bersamaan. Saat kedua anak kunci diputar bersamaan oleh kedua prajurit, tungku perapian terbagi dua, bergeser ke kiri

Detail Buku:
Judul         : Golden Bird: Ultimate
Penulis      : Luna Torashyngu
Penerbit     : PT Gramedia Pustaka Utama
ISBN         :978 - 602 - 03 - 0272 - 0
Tebal         : 272 hlm
Download      : Google Drive


Tidak ada komentar:

Posting Komentar