Novel Izrail Bilang Ini Ramadhan Terakhirku

Izrail Bilang Ini Ramadhan Terakhirku

Sinopsis:

“Layaknya seorang pengelana bijak, sebelum berangkat berkelana ia pasti akan mempersiapkan segala bekal yang diperlukan dalam perjalanannya. Begitu juga dengan seorang muslim, saat ia akan berkelana melintasi Ramadhan, segala bekal harus dipersiapkan
dengan baik.”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam naik ke atas mimbar, ketika naik tangga pertama ia berkata: “Amin,” kemudian naik tangga kedua ia berkata lagi: “Amin,” kemudian naik tangga ketiga ia berkata lagi, “Amin”. Para sahabat bertanya. “Kenapa engkau 3 kali berkata ‘Amin’ , Ya Rasulullah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ketika aku naik tangga mimbar pertama, telah datang malaikat Jibril dan ia berkata: ‘Celaka seseorang yang masuk bulan Ramadhan tetapi keluar dari bulan Ramadhan tidak diampuni dosanya oleh Allah.’” Maka aku berkata: “Amin.” Kemudian Jibril berkata lagi: “Celaka seseorang yang mendapatkan kedua orangtuanya atau salah seorang dari keduanya masih hidup, namun tidak membuatnya masuk surga.” Maka kukatakan: “Amin”. Kemudian Jibril berkata lagi: “Celaka seseorang yang jika disebut nama engkau namun dia tidak bershalawat kepadamu.” Maka kukatakan:“Amin.” (HR. Bukhari) Ada waktu istimewa dalam sehari semalam, yaitu pada sepertiga malam terakhir. Ada hari istimewa dalam seminggu, yaitu hari Jumat. Ada bulan istimewa dalam setahun, itulah bulan Ramadhan. Jika saat menyambut bulan selain Ramadhan kita tidak terlalu peduli, maka jangan sampai perlakukan Ramadhan sama seperti bulan-bulan itu. Karena Ramadhan adalah bulan khusus yang disediakan oleh Allah untuk kita. Ramadhan adalah bulan di mana Kemahamurahan Allah berlimpah. Ramadhan laksana sebuah telaga bening, airnya adalah magfirah, gemericiknya tadarus dan zikir, tepiannya berserah diri dan sabar, dan mari berlomba-lomba menjadi ikan di dalamnya yang senantiasa menikmati telaga Ramadhan yang jernih. 
Mempersiapkan Bekal Gagal merencanakan, kata Aa Gym, sama dengan merencanakan kegagalan. Layaknya seorang pengelana bijak, sebelum berangkat berkelana ia pasti akan mempersiapkan segala bekal yang diperlukan dalam perjalanannya. Begitu juga dengan seorang muslim, saat ia akan berkelana melintasi Ramadhan, segala bekal harus dipersiapkan dengan baik. Untuk apa? Tentu saja agar perjalanan melintasi bulan mulia itu menjadi nyaman, tak ada kendala berarti, bebas hambatan, penuh kekhusyukan, dan Ramadhan akhirnya menjadi momentum terindah untuk mendekatkan diri kepada Allah. Rasulullah memberi kita banyak petunjuk mengenai apa saja yang perlu kita persiapkan untuk menyambut hadirnya bulan mulia ini. Berdoa Pertama, mari kita senantiasa berdoa agar Allah mempertemukan kita dengan Ramadhan. Karena datangnya ajal tak dapat ditebak. Meskipun hadirnya Ramadhan tinggal menunggu hitungan hari, bahkan hitungan jam, bisa jadi satu menit sebelum Ramadhan tiba, Izrail sudah datang menjemput. Ada orang yang pagi tadi masih segar bugar jalan-jalan pagi, eh, siangnya sudah meninggal dunia. Ada yang kemarin sore masih bisa bersenda gurau dengan kita, eh, malamnya tidur nggak bangun-bangun, tahu-tahu sudah meninggal dunia. Maka Rasulullah mengajarkan satu doa yang sangat popular untuk diamalkan pada bulan Rajab dan Syakban: “Allahuma bârik lanâ fî rajaba wa sya’bâna, wa balighnâ ramadhâna.” “Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Syakban, dan sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan.” (HR. Ahmad dan Tabrani)

Detail Buku:­­
Judul         : Izrail Bilang, Ini Ramadhan Terakhirku
Penulis      : Ahmad Rifa’i Rif’an
Penerbit     : PT Elex Media Komputindo,
ISBN         :9786020214689
Tebal         : -
Download      : Google Drive


Tidak ada komentar:

Posting Komentar